Objek Wisata & Tempat Tempat menarik Di Kota Tasikmalaya.

Sebagian besar wilayah Tasikmalaya merupakan daerah pegunungan, dengan puncaknya Gunung Galunggung dan Gunung Telagabodas. Tasikmalaya memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata di dataran rendah 20°-34° C dan di dataran tinggi 18°-22° C.

Masyarakat Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan. Industri pariwisata di sini berkembang pesat ke arah kerajinan tangan.

Tasikmalaya, dikenal sebagai basis perekonomian rakyat dan usaha kecil menengah seperti kerajinan dari bambu, batik, dan payung kertas. Namun, sangat disayangkan, seiring dengan kebijakan investasi besar-besaran di era 1990-an, potensi ekonomi rakyat di daerah ini cenderung terpinggirkan, bahkan tidak diperhatikan.

Potensi yang belum dikembangkan secara maksimal di Tasik ialah industri bordir yang sudah mendunia, tetapi sekarang pemerintah kota tasikmalaya mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin Tasik, yang berlokasi di Kawalu.

Pemandian Air Panas Ciawi.
Apabila anda menuju Tasik dari kota Bandung, di pertigaan Nagreg anda bisa mengambil rute melewati Ciawi (lihat petunjuk jalan yang ada), setengah perjalanan anda akan melewati pemandian air panas Ciawi.

Kolam air panas Ciawi tidaklah sebaik kolam Cimanggu atau Ciater di Bandung, tetapi tempat ini cocok untuk tempat persinggahan dalam perjalanan anda ke Tasik atau ke Ciamis & Pangandaran. Terdapat dua kolam, tetapi airnya dingin, air panas dapat anda jumpai hanya pada kamar-kamar mandi kecil yang dapat anda sewa. Di sepanjang jalan terdapat rumah-rumah makan yang baik.

Pusat Kerajinan Tangan Rajapolah.

Desa Rajapolah berjarak sekitar 12 Km sebeleh utara Tasikmalaya, atau sekitar 75 Km dari pintu TOL Cileunyi Bandung. Rajapolah terkenal sebagai pusat kerajinan tangan di Tasikmalaya.

Di kiri-kanan sepanjang jalan Rajapolah banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya, seperti kerajinan Bordir, Payung Tasik yang terbuat dari kertas, Kelom Geulis dan Batik Tulis, juga kerajinan dari anyaman bambu dan rotan.

Kampung Naga.

Kampung Naga

Kampung Naga
Kampung Naga

Salah satu objek wisata paling menarik yang tak bisa anda lewatkan di Jawa Barat ialah Kampung Naga yang terletak di Tasikmalaya. Kampung Naga merupakan sebuah desa tradisional yang masih memegang teguh adat istiadat dan mempertahankan kebudayaan yang berasal dari leluhurnya, baik bentuk bangunan, gaya hidup dan lain sebagainya. Kampung Naga terletak dekat dari jalan utama yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya, dari jalan raya tersebut ke lokasi bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan, sudah termasuk jalan kaki memasuki kampung.

[ad#ads1]

Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok / sengked sampai ketepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melaluai jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

Permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Di tengah desa, tepat di samping bangunan untuk pertemuan masyarakat desa, terdapat toko sufenir khas kampung naga. Mungkin anda bisa membeli beberapa barang kerajinan dengan harga yang relatif terjangkau.

Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung

Galunggung merupakan salah satu gunung api ter aktif yang ada di dataran sunda. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1994, sedangkan letusan dasyat terakhir terjadi pada tahun 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Letusan gunung api dasyat yang sampai menimbulkan halilintar ini menampilkan pemandangan spektakuler yang didokumentasikan oleh dinas geologi amerika serikat.

G. Papandayan

Letusan tahun 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar

(sumber USGS)

Sebagai objek wisata, kebanyakan pengunjung Galunggung adalah wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara masih di bawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun.

Melihat potensi daya tarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup strategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya obyek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yang profesional.

Mendaki Gunung Galunggung.
Untuk anda yang tertarik untuk melakukan pendakian ke puncak / kawah gunung Galunggung, anda bisa memulainya dari desa Singaparna (berjarak sekitar 6 Km dari kota Tasikmalaya, 60 Km dari kota Garut). Dari singaparna anda menuju ke Talagabodas, Anda bisa memulai pendakian dari sini setelah mendaftar ke pos pendakian.

Mesjid Agung Manonjaya

Berlokasi di Desa Manonjaya sekitar 12 km dari pusat kota Tasikmalaya. Mesjid Agung Manonjaya dibangun sekitar tahun 1832 pada masa kerajaan Sukapura Kerajaan Sukapura yang meupakan cikal bakal berdirinya Tasikmalaya, yaitu oleh Raden Tumenggung Danuningrat.

Pantai Cipatujah
Sebuah pantai indah dengan hamparan pasir putih yang terletak di laut selatan Tasikmalaya. Pemandangan pantai yang indah & pasir putih yang menghampar luas cocok untuk anda yang senang bermain di pinggir pantai, juga terdapat muara sungai Cipatujah yang sangat cocok untuk wisata memancing.

Pantai Sindangkerta
Salah satu pantai di selatan Tasikmalaya, berjarak hanya sekitar 4 Km dari pantai Cipatujah. Pantai ini sebenarnya merupakan taman laut yang indah & luas, bawalah perlengkapan snorkeling supaya anda bisa menikmatinya. Di bulan-bulan tertentu pantau ini juga disinggahi oleh penyu-penyu hijau raksasa yang akan bertelur di tempat di mana mereka dilahirkan dahulu.

Pantai Pamayangsari

G. Papandayan
Pantai ini merupakan pelabuhan nelayan Tasikmalaya. Atraksi menarik di pantai ini terjadi pada waktu diadakan pesta laut oleh nelayan-nelayan setempat. Karena letaknya berdekatan dengan pantai Sindangkerta, tempat ini juga digunakan sebagai penangkaran penyu hijau.

Pantai Karangtawulan
Merupakan salah satu pantai berkarang yang curam. Sekitar 300 m dari bibir pantai terdapat beberapa atol atau pulau karang yang pada musim tertentu dihuni oleh berbagai jenis burung. Berlokasi di desa Cimanuk kecamatan Cikalong, sekitar 97 Km dari pusat kota Tasikmalaya atau sekitar 40 Km dari pantai Pangandaran. Sekitar 100 meter ke arah timur pantai Karangtawulan terdapat makam keramat  Syech Abdul Rohman dan makam Eyang Garuda Ngupuk. Di sebelahnya terdapat Goa Parat dan Goa Lalay.

Lokasi Ziarah Pamijahan
Lokasi khas ziarah Pamijahan memiliki luas sekitar 25 Hektar, terletak di desa Pamijahan kecamatan Bantarkalong, berjarak sekitar 65 Km dari pusat kota Tasikmalaya ke arah Selatan. Di lokasi ziarah ini terdapat makam Waliyulloh Syekh Abdul Muchyi, yakni salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa Barat.  Disamping itu juga masih terdapat makam-makam lainnya.

Perkebunan Teh Taraju
Perkebunan teh dengan luas 8.027 Hektar merupakan objek wisata pegunungan yang mencakup 5 kecamatan yakni Taraju, Bojonggambir, Culamega, Salawu dan Sodonghilir. Berjarak sekitar 45 Km dari pusat kota Tasikmalaya. Panorama alam yang indah dan udara yang sejuk merupakan ciri khas perkebunan teh Taraju.

Sungai Cilangla dan Curug Dengdeng.
Curug atau air terjun Dengdeng di sungai Cilangka merupakan salah satu objek wisata air yang alamiah dan sangat mempesona di Tasikmalaya. Di sini anda dapat meikmati indahnya air terjun berundak dan keindahan alam yang masih perawan. Berlokasi di desa Cikawunggading kecamatan Cipatujah, berjarak sekitar 85 Km dari pusat kota Tasikmalaya.

Sumber indotravelers.com

3 Comments »

  1. 1
    Zelo Says:

    Kampung Naga msh alami gak?

  2. 2
    dem Says:

    Berapa Kilometer dari Tasik ?

  3. 3
    xxxx Says:


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: