Hello world!

November 3, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

SEJARAH TATAR SUNDA I

Oktober 14, 2010

Pakuan (Bogor) Pusat Kerajaan Sunda

[ad#ads1]

Tome Pires (1513) menyebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Ciliwung. Sunda sebagai nama kerajaan tercatat dalam dua buah prasasti batu yang ditemukan di Bogor dan Sukabumi. Prasasti yang di Bogor banyak berhubungan dengan kerajaan sunda pecahan Tarumanagara, sedangkan yang di daerah Sukabumi berhubungan dengan kerajaan sunda sampai masa Sri Jayabupati.

A. KERAJAAN SUNDA PECAHAN TARUMANAGARA
Di Bogor, prasasti itu ditemukan di Pasir Muara, di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada di tempat asalnya. Dalam prasasti itu dituliskan “ini sabdakalanda rakryan juru pangambat i kawihaji panyca pasagi marsan desa barpulihkan haji sunda”
Terjemahannya menurut Bosch: “Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda”.
Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan), maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi.
Beberapa ratus meter dari tempat prasasti itu, ditemukan pula dua prasasti lainnya peninggalan Maharaja Purnawarman yang berhuruf Palawa dan berbahasa Sangsekerta. Dalam literatur, kedua prasasti itu disebut Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Kebon Kopi (daerah bekas perkebunan kopi milik Jonathan Rig). Prasasti Ciaruteun semula terletak pada aliran (sungai) Ciaruteun (100 meter) dari pertemuan sungai tersebut dengan Cisadane. Tahun 1981 prasasti itu diangkat dan diletakkan dalam cungkup. Prasasti Ciaruteun ditulis dalam bentuk puisi 4 baris, berbunyi:
“vikkrantasyavanipateh
shrimatah purnavarmmanah
tarumanagararendrasya
vishnoriva padadvayam”
Terjemahannya menurut Vogel:
“Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara”.
Prasasti Ciaruteun bergambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). Gambar jejak telapak kaki menunjukkan tanda kekuasaan yang berfungsi mirip “tanda tangan” seperti jaman sekarang. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Menurut “Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara” parwa II sarga 3, halaman 161, diantara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman (395-434 M) terdapat nama “Rajamandala” (Raja daerah) Pasir Muhara. Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahul termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang.
Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi:
“jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah
airavatabhasya vibhatidam padadavayam”
(Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki
gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan
penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa)
Menurut mitologi Hindu, Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I, sarga 1, gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra, bahkan diberitakan juga bahwa bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. Ukiran bendera dan sepasang lebah ini dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan diantara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah, matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Keterangan Pustaka dari Cirebon tentang bendera Tarumanagara dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.
Di daerah Bogor, masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris:
“shriman data kertajnyo narapatir-asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmmapra curarupucara fedyavikyatavammo tasyedam-padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam-bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam”
Terjemahannya menurut Vogel:
“Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya”.
Kerajaan Taruma didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman dalam tahun 358 M. Ia wafat tahun 382 dan dipusarakan di tepi kali Gomati (Bekasi). Ia digantikan oleh puteranya, Dharmayawarman (382 – 395 M) yang setelah wafat dipusarakan di tepi kali Candrabaga. Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395 – 434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru dalam tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai dan dinamainya “Sundapura”.
Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan, dahulu merupakan sebuah “Kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir.

[ad#ads1]
Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 – 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515 – 535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.
Rakryan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang Pejabat Tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?
Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397 M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya. Baik sumber-sumber prasati maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 – 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari salakanagara atau rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke PURWALINGGA (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisinal CIPAMALI (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.
Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tampat lain contoh yang sama dapat dilihat dari kedudukaan RAJATAPURA atau SALAKANAGARA (kota Perak) yang disebut ARGYRE oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri adalah seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.
Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, Manikmaya (menanu Suryawarman) telah mendirikan kerajaan baru di Kendan (daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan ). Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di Ibukota Taruma dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.
Tarumanagara hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Dalam tahun 669, Linggawarman (Raja Tarumanagara terakhir) digantikan oleh menantunya. Linggawarman mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri DAPUNTAHYANG SRI JAYANASA pendiri Kerajaan SRIWIJAYA. Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada jamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman jaman Purnawarman yang berkedudukan di Purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 M, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi KERAJAAN SUNDA. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun (pendiri Kerajaan Galuh) untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Karena Putera Mahkota Galuh berjodoh dengan Parwati puteri MAHARANI SIMA dari Kerajaan Kalingga Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu: KERAJAAN SUNDA dan KERAJAAN GALUH dengan CITARUM sebagai batas. Maharaja Tarusbawa kemudian mendirikan ibukota kerajaan yang baru di daerah pedalaman dekat Hulu Cipakancilan (seperti yang sudah diungkapkan dibagian sebelumnya). Dalam cerita Parahiyangan, tokoh Tarusbawa ini hanya disebut dengan gelarnya: Tohaan di Sunda (Raja Sunda). Ia menjadi cakal-bagal Raja-raja Sunda dan memerintah sampai tahun 723 M. Karena putera mahkota wafat mendahului Tarusbawa, maka anak wanita dari putera mahkota (bernama TEJAKANCANA) diangkat sebagai anak dan ahli waris kerajaan. Suami puteri inilah yang dalam tahun 723 menggantikan Tarusbawa menjadi Raja Sunda II. Ia bernama RAKEYAN JAMRI (Cicit Wretikandayun pendiri Kerajaan Galuh). Sebagai penguasa Kerajaan Sunda ia dikenal dengan nama PRABU HARISDARMA dan kemudian setelah menguasai Kerajaan Galuh ia lebih dikenal dengan SANJAYA. Sebagai ahli waris Kalingga ia kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut BUMI MATARAM dalam tahun 732 M. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada puteranya dari TEJAKENCANA yang bernama TAMPERAN atau RAKEYAN PANARABAN. Ia adalah kakak seayah RAKAI PANANGKARAN (putera Sanjaya dari SUDIWARA puteri DEWASINGA Raja Kalingga Selatan atau BUMI SAMBARA).

B. KERAJAAN SUNDA SAMPAI MASA SRI JAYABUPATI

Telah diungkapkan di awal bahwa nama Sunda sebagai kerajaan tersurat pula dalam prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi. Prasasti ini terdiri atas 40 baris sehingga memerlukan 4 buah batu untuk menuliskannya. Keempat batu bertulis itu ditemukan pada aliran Cicatih di daerah Cibadak. Tiga ditemukan di dekat kampung Bantar Muncang, sebuah ditemukan di dekat kampung Pangcalikan. Keunikan prasasti ini adalah disusun dalam huruf dan bahasa Jawa Kuno. Keempat prasasti itu sekarang disimpan di Museum Pusat dengan nomor kode D 73 (dari Cicatih), D 96, D 97 dan D 98. Isi ketiga batu pertama (menurut Pleyte):
D 73 : //O// Swasti shakawarsatita 952 karttikamasa tithi dwadashi shuklapa- ksa. ha. ka. ra. wara tambir. iri- ka diwasha nira prahajyan sunda ma- haraja shri jayabhupati jayamana- hen wisnumurtti samarawijaya shaka- labhuwanamandaleswaranindita harogowardhana wikra- mottunggadewa, ma-
D 96 : gaway tepek i purwa sanghyang tapak ginaway denira shri jayabhupati prahajyan sunda. mwang tan hanani baryya baryya shila.irikang lwah tan pangalapa ikan sesini lwah. makahingan sanghyang tapak wates kapujan i hulu, i sor makahingan ia sanghyang tapak wates kapujan i wungkalagong kalih matangyan pinagawayaken prasasti pagepageh. mangmang sapatha. D 97 : sumpah denira prahajyan sunda. lwirnya nihan
Terjemahannya
Selamat. Dalam tahun Saka 952 bulan Kartika
tanggal 12 bagian terang, hari Hariang, Kaliwon,
Ahad, Wuku Tambir. Inilah saat Raja Sunda
Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti
Samarawijaya Sakalabuwanamandaleswaranindita Haro
Gowardhana Wikramottunggadewa, membuat tanda
di sebelah timur Sanghiyang Tapak. Dibuat oleh
Sri Jayabupati Raja Sunda. Dan jangan ada yang
melanggar ketentuan ini. Di sungai ini jangan
(ada yang) menangkap ikan di sebelah sini
sungai dalam batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak
sebelah hulu. Di sebelah hilir dalam batas daerah
pemujaan Sanghyang Tapak pada dua batang pohon besar.
Maka dibuatlah prasasti (maklumat) yang dikukuhkan
dengan Sumpah. Sumpah yang diucapkan oleh Raja Sunda
lengkapnya demikian.
Batu prasasti keempat (D 98) berisi sumpah atau kutukan Sri Jayabupati sebanyak 20 baris yang intinya menyeru semua kekuatan gaib di dunia dan di surga agar ikut melindungi keputusan raja. Siapapun yang menyalahi ketentuan tersebut diserahkan penghukumannya kepada semua kekuatan itu agar dibinasakan dengan menghisap otaknya, menghirup darahnya, memberantakkan ususnya dan membelah dadanya. Sumpah itu ditutup denga kalimat seruan, “I wruhhanta kamung hyang kabeh” (Ketahuilah olehmu para hiyang semuanya).
Kehadiran Prasasti Jayabupati di daerah Cibadak sempat membangkitkan dugaan bahwa Ibukota Kerajaan Sunda terletak di daerah it. Namun dugaannya tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah lainnya. Isi prasasti hanya menyebutkan larangan menangkap ikan pada bagian sungai (Cicatih) yang termasuk kawasan Kabuyutan Sanghiyang Tapak. Sama halnya dengan kehadiran batu bertulis Purnawarman di Pasir Muara dan Pasir Koleangkak yang tidak menunjukkan letak Ibukota Tarumanagara.
Tanggal pembuatan Prasasti Jayabupati bertepatan dengan 11 Oktober 1030. Menurut Pustaka Nusantara, Parwa III sarga 1, Sri Jayabupati memerintah selama 12 tahun (952 – 964) saka (1030 -1042 M). Isi prasasti itu dalam segala hal menunjukkan corak JAWA TIMUR. Tidak hanya huruf, bahasa dan gaya, melainkan juga gelar raja yang mirip dengan gelar raja di lingkungan Keraton Darmawangsa. Tokoh Sri Jayabupati dalam Carita Parahiyangan disebut dengan nama Prebu Detya Maharaja. Ia adalah raja Sunda ke-20 setalah Maharaja Tarusbawa.
Telah diungkapkan sebelumnya, bahwa Kerajaan Sunda adala pecahan Tarumanagara. Peristiwa itu terjadi tahun 670 M. Hal ini sejalan dengan sumber berita Cina yang menyebutkan bahwa utusan Tarumanagara yang terakhir mengunjungi negeri itu terjadi tahun 669 M. Tarusbawa memang mengirimkan utusan yang memberitahukan penobatannya kepada raja Cina dalam tahun 669 M. Ia sendiri dinobatkan pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka (kira-kira bertepatan dengan tanggal 18 Mei 669 M).
Tarusbawa adalah sahabat baik Bratasenawa alis SENA (709 – 716 M) Raja Galuh ketiga. Tokoh ini adalah tokoh Sanna ayah Sanjaya dalam Prasasti Canggal (732 M). Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbarosa dalam tahun 716 M. Purbasora adalah cucu Wretikandayun dari puteranya yang sulung bernama Batara Danghyang Guru Sempakwaja pendiri kerajaan Galunggung, sedangkan Sena adalah cucu Wretikandayun dari puteranya yang bungsu bernama Mandiminyak raja Galuh kedua (702 – 709 M). Sebenarnya Purbasora dan Sena adalah saudara satu ibu karena hubungan gelap antara Mandiminyak dengan istri Sempakwaja. Tokoh Sempakwaja tidak dapat menggantikan kedudukan ayahnya menjadi Raja Galuh karena ‘ompong’ (seorang raja tak boleh memiliki cacat jasmani). Karena itulah, adiknya yang bungsu yang mewarisi tahta Galuh dari Wretikandayun. Akan tetapi, putera Sempakwaja merasa tetap berhak atas Tahta Galuh. Lagi pula asal-usul Raja Sena yang kurang baik telah menambah hasrat Purbasora untuk merebut Tahta Galuh dari Sena. Dengan bantuan pasukan dari mertuanya, raja Indraprahasta (di daerah Cirebon) Purbasora melancarkan perebutan Tahta Galuh. Sena melarikan diri ke Kalingga (istri Sena, Sanaha, adalah cucu Maharani Sima ratu Kalingga).
Sanjaya (anak Sena) berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (sahabat Sena). Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama istrinya. Sebelum itu ia telah menyiapkan pasukan khusus di daerah Gunung Sawal atas bantuan Rabuyut Sawal yang juga sahabat baik Sena. Pasukan khusus ini langsung dipimpin Sanjaya, sedangkan pasukan Sunda dipimpin Patih Anggada. Serangan dilakukan malam hari dengan diam-diam dan mendadak. Seluruh keluarga Purbasora gugur. Yang berhasil meloloskan diri hanyalah Patih Galuh (menantu Purbasora) bersama segelintir pasukan. Ia bernama Bimaraksa yang lebih dikenal dengan Ki Balangantrang karena ia merangkap sebagai senapati kerajaan.
Balangantrang adalah juga cucu Wretikandayun dari putera kedua bernama Resi Guru Jantaka atau Rahiyang Kidul. Tokoh inipun tak bisa menggantikan Wretikandayun karena menderita “KEMIR” (Hernia). Balangantrang bersembunyi di kampung Geger Sunten dan dengan diam-diam ia menghimpun kekuatan anti Sanjaya. Ia mendapat dukungan dari raja-raja di daerah Kuningan dan juga sisa-sisa laskar Indraprhasta setelah kerajaan itu juga dilumatkan oleh Sanjaya sebagai pembalasan karena dulu membantu Purbasora menjatuhkan Sena.
Sanjaya mendapat pesan dari ayahnya (Sena), bahwa kecuali Purbasora, anggota keluarga Keraton Galuh lainnya harus tetap dihormati. Sanjaya sendiri tidak berhasrat menjadi penguasa Galuh. Ia melalukan penyerangan hanya untuk menghapus dendam ayahnya. Setelah berhasil mengalahkan Purbasora, ia segera menghubungi Sempakwaja (uanya= kakak ayahnya) di Galunggung dan meminta beliau agar Demunawan(adik Purbasora) direstui menjadi penguasa Galuh. Akan tetapi Sempakwaja menolak permohonan itu karena takut kalau-kalau hal tersebut merupakan muslihat Sanjaya untuk melenyapkan Demunawan. Sanjaya sendiri tidak bisa menghubungi Balangantrang (putera Resi Jantaka) karena ia tak mengetahui keberadaannya.
Akhirnya Sanjaya termpaksa mengambil hak untuk dinobatkan sebagai Raja Galuh. Ia menyadari bahwa kehadirannya di Galuh kurang disenangi. Selain itu sebagai Raja Sunda ia sendiri harus berkedudukan di Pakuan. Untuk pimpinan pemerintahan di Galuh ia menganngkat Permana Dikusuma (cucu Purbasora). Permana Dikusuma saat itu berkedudukan sebagai raja daerah. Dalam usia 43 tahun (lahir tahun 683 M), ia telah dikenal sebagai rajaresi karena ketekunannya mendalami agama dan bertapa sejak muda. Ia dijuluki Bagawat sajalajala. Penunjukkan Permana oleh Sanjaya cukup beralasan karena ia cucu Purbasora. Selain itu, istrinya Naganingrum adalah cucu Ki Balangantrang. Jadi suami istri itu mewakili keturunan Sempakwaja dan Jantaka (putera pertama dan kedua Wretikandayun).
Pasangan Permana dan Naganingrum memiliki putera bernama Surotama alias Manarah (lahir 718 M, jadi ia baru berusia 5 tahun ketika Sanjaya menyerang Galuh). Surotama atau Manarah dikenal dalam literatur Sunda klasik sebagai CIUNG WANARA. Kelak dikemudian hari, Ki Bimaraksa alias Ki Balangantrang (buyut dari ibu) yang akan mengurai kisah sedih yang menimpa keluarga leluhurnya dan sekaligus menyiapkan Manarah untuk melakukan pembalasan.
Untuk mengikat kesetiaan Permana Dikusumah terhadap pemerintahan pusat di Pakuan, Sanjaya menjodohkan Raja Galuh ini dengan Dewi Pangreyep (puteri Anggada, Patih Sunda). Selain itu Sanjaya menunjuk puteranya (Tamperan) sebagai Patih Galuh sekaligus memimpin “garnizun” Sunda di Ibukota Galuh.
Permana Dikusumah menerima kedudukan Raja Galuh karena terpaksa keadaan. Ia tidak berani menolak karena Sanjaya memiliki sifat seperti Purnawarman, baik hati terhadap raja bawahan yang setia kepadanya dan sekaligus tak mengenal ampun terhadap musuh-musuhnya. Penolakan Sempakwaja dan Demunawan masih bisa diterima oleh Sanjaya karena mereka tergolong angkatan tua yang harus dihormatinya. Kedudukan Permana serba sulit, ia sebagai Raja Galuh yang menjadi bawahan Raja Sunda yang berarti harus tunduk kepada Sanjaya yang telah membunuh Kakeknya.
Karena kemelut seperti itu, maka ia lebih memilih meninggalkan istana untuk bertapa di dekat perbatasan Sunda sebelah timur Citarum dan sekaligus juga meninggalkan istrinya (Pangreyep). Urusan pemerintahan diserahkannya kepada Tamperan, Patih Galuh yang sekaligus menjadi “mata dan telinga” Sanjaya.
Tamperan mewarisi watak buyutnya, Mandiminyak (Seneng bikin skandal  ). Tamperan dan Pangreyep (Istri Permana) terlibat skandal dan hasilnya adalah kelahiran Kamarasa alias Banga (723 M). Skandal ini terjadi karena beberapa alasan, pertama Pangreyep pengantin baru berusia 19 tahun dan kemudian ditinggal suami bertapa; kedua keduanya berusia sebaya dan telah berkenalan sejak lama di Keraton Pakuan dan sama-sama cicit Maharaja Tarusbawa; ketiga mereka sama-sama merasakan derita batin karena kehadirannya sebagai orang Sunda di Galuh kurang disenangi. Untuk menhapus jejak Tamperan mengupah seseorang membunuh Permana dan sekaligus diikuti pasukan lainnya sehingga pembunuh Permana pun dibunuh pula. Semua kejadian ini rupanya tercium oleh senapati tua Ki Balangantrang.
Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Medang dari orang tuanya. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya (Tamperan) dan Resiguru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resiguru Demunawan (putera bungsu Sempakwaja).
Demikianlah Tamperan menjadi penguasa Sunda-Galuh melanjutkan kedudukan ayahnya dari tahun 732 – 739 M. Sementara itu Manarah (Ciung Wanara) secara diam-diam menyiapkan rencana perebutan tahta Galuh dengan bimbingan buyutnya Ki Balangantrang di Geger Sunten. Rupanya Tamperan lalai mengawasi anak tirinya ini yang ia perlakukan seperti anak sendiri.
Sesuai dengan rencana Balangantrang, penyerbuan ke Galuh dilakukan siang hari bertepatan dengan pesta sabung ayam. Semua pembesar kerajaan hadir, termasuk Banga. Manarah bersama anggota pasukannya hadir dalam gelanggang sebagai penyabung ayam. Balangantrang memimpin pasukan Geger Sunten menyerang keraton. Kudeta itu berhasil dalam waktu singkat seperti peristiwa tahun 723 ketika sanjaya berhasil menguasai Galuh dalam tempo satu malam. Raja dan permaisuri Pangreyep termasuk Banga dapat ditawan di gelanggang sabung ayam.
Bangga kemudian dibiarkan bebas. Pada malam harinya ia berhasil membebaskan Tamperan dan Pangreyep dari tahanan. Akan tetapi hal itu diketahui oleh pasukan pengawal yang segera memberitahukannya kepada Manarah. Terjadilah pertarungan antara Banga dan Manarah yang berakhir dengan kekalahan Banga. Sementara itu pasukan yang mengejar raja dan permaisuri melepaskan panah-panahnya di dalam kegelapan sehingga menewaskan Tamperan dan Pangreyep.
Berita kematian Tamperan didengar oleh Sanjaya yang ketika itu memerintah di Medang yang kemudian dengan pasukan besar menyerang purasaba Galuh. Namun Manarah telah menduga itu sehingga ia telah menyiapkan pasukan yang juga didukung oleh sisa-sisa pasukan Indraprahasta (ketika itu sudah berubah nama menjadi Wanagiri) dan raja-raja di daerah Kuningan yang pernah dipecundangi Sanjaya.
Perang besar sesama keturunan Wretikandayun itu akhirnya bisa dilerai oleh Rajaresi Demunawan (lahir 646 M, ketika itu berusia 93 tahun). Dalam perundingan di keraton Galuh dicapai kesepakatan: Galuh diserahkan kepada Manarah dan Sunda kepada Banga. Demikianlah lewat perjanjian Galuh tahun 739 ini, Sunda dan Galuh yang selama periode 723 – 739 berada dalam satu kekuasan terpecah kembali. Dalam perjanjian itu ditetapkan pula bahwa Banga menjadi raja bawahan. Meski Banga kurang senang, tetapi ia menerima kedudukan itu. Ia sendiri merasa bahwa ia bisa tetap hidup atas kebaikan hati Manarah. Untuk memperteguh perjanjian, Manarah dan Banga dijodohkan dengan kedua cicit Demunawan. Manarah sebagai penguasa Galuh bergelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara Salakabuana memperistri Kancanawangi. Banga sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Aji Mulya berjodoh dengan Kancanasari adik Kancanawangi.
Naskah tua dari kabuyutan Ciburuy (Bayongbong, Garut) yang ditulis dalam abad ke-13 atau ke-14 memberitakan bahwa Rakeyan Banga pernah membangun Parit Pakuan. Hal ini dilakukannya sebagai persiapan untuk mengukuhkan diri sebagai raja yang merdeka. Ia harus berjuang 20 tahun sebelum berhasil menjadi penguasa yang diakui di sebelah barat Citarum dan lepas dari kedudukan sebagi raja bawahan Galuh. Ia memerintah 27 tahun lamanya (739 – 766). Manarah di Galuh memerintah sampai tahun 783. Ia dikaruniai umur panjang. Dalam tahun tersebut ia melakukan “Manurajasuniya” (mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk melakukan tapa sampai akhir hayat) dan baru wafat tahun 798 dalam usia 80 tahun.
Dalam naskah-naskah babad, posisi Manarah dan Banga ini dikacaukan, tidak saja dalam hal usia (Banga dianggap lebih tua), tetapi juga dalam penempatan mereka sebagai raja. Dalam naskah-naskah tua, silsilah Raja-raja Pakuan selalu dimulai dengan tokoh Banga. Kekacauan silsilah dan penempatan posisi itu mulai tampak dalam naskah Carita Waruga Guru yang ditulis dalam pertengahan abad 18. Kekeliruan paling menyolok dalam babad ialah kisah Banga yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Majapahit, padahal Majapahit baru didirikan oleh Wijaya dalam tahun 1293 (527 tahun setelah Banga wafat). Kekalutan itu dapat dibandingkan dengan kisah pertemuan WALANGSUNGSANG dengan SAYIDINA ALI yang masa hidupnya berselisih 8 1/2 abad.
Keturunan Manarah putus hanya sampai cicitnya yang bernama Prabu Linggabumi (813 – 852). Tahta Galuh diserahkan kepada suami adiknya yaitu Rakeyan Wuwus alias Prabu Gajah Kulon (819 – 891) cicit Banga yang menjadi Raja Sunda ke-8 (dihitung dari Tarusbawa). Sejak tahun 852 M kedua kerajaan pecahan Tarumanagara itu diperintah oleh keturunan Banga sebagai akibat perkawinan diantara para kerabat keraton: Sunda; Galuh dan Kuningan (Saunggalah).
Sri Jayabupati yang prasastinya telah dibicarakan di muka adalah Raja Sunda yang ke-20. Ia putra Sanghyang Ageng (1019 – 1030 M). Ibunya seorang puteri Sriwijaya dan masih kerabat dekat Raja Wurawuri. Permaisuri Sri Jayabupati adalah puteri Darmawangsa (adik Dewi Laksmi isteri Airlangga). Karena pernikahan tersebut Jayabupati mendapat anugerah gelar dari mertuanya (Darmawangsa). Gelar itulah yang dicantumkannya dalam Prasasti Cibadak.
Raja Sri Jayabupati pernah mengalami peristiwa tragis. Dalam kedudukannya sebagai Putera Mahkota Sunda keturunan Sriwijaya dan menantu Darmawangsa, ia harus menyaksikan permusuhan yang makin menjadi-jadi antara Sriwijaya dengan mertuanya (Darmawangsa). Pada puncak krisis ia hanya menjadi ‘penonton’ dan terpaksa tinggal diam dalam kekecewaan karena harus ‘menyaksikan’ Darmawangsa diserang dan dibinasakan oleh raja Wurawuri atas dukungan Sriwijaya. Ia diberi tahu akan terjadinya serbuan itu oleh pihak Sriwijaya, akan tetapi ia dan ayahnya ‘diancam’ agar bersikap netral dalam hal ini. Serangan Wurawuri yang dalam prasasti Calcuta (disimpan di sana) disebut Pralaya itu terjadi tahun 1019 M.
Di bawah ini adalah urutan Raja-raja Sunda sampai Sri Jaya Bupati yang berjumlah 20 orang:
1. Maharaja Tarusbawa 669 – 723 M
2. Sanjaya Harisdarma (cucu-menantu no. 1) 723 – 732 M
3. Tamperan Barmawijaya 732 – 739 M
4. Rakeyan Banga 739 – 766 M
5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang 766 – 783 M
6. Prabu Gilingwesi (menantu no. 5) 783 – 795 M
7. Pucukbumi Darmeswara (menantu no. 6) 795 – 819 M
8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus 819 – 891 M
9. Prabu Darmaraksa (adik-ipar no.  891 – 895 M
10. Windusakti Prabu Dewageng 895 – 913 M
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi 913 – 916 M
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (menantu no. 11) 916 – 942 M
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa 942 – 954 M
14. Limbur Kancana (putera no. 11) 954 – 964 M
15. Prabu Munding Ganawirya 964 – 973 M
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung 973 – 989 M
17. Prabu Brajawisesa 989 – 1012 M
18. Prabu Dewa Sanghyang 1012 – 1019 M
19. Prabu Sanghyang Ageng 1019 – 1030 M
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati 1030 – 1042 M
Kecuali Tarusbawa (no. 1), Banga (no. 4) – Darmeswara (no. 7) yang hanyaberkuasa di kawasan sebelat barat Citarum, raja-raja yang lainnya berkuasa di Sunda dan Galuh.

C. KAWALI IBUKOTA BARU

1. Pusat Pemerintahan berpindah-pindah
Bila rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tumbuh secara bersangsur-angsur, ini mudah dipahami karena banyaknya kelompok etnik yang menjadi penduduk Indonesia. Rasa kesatuan etnik Sunda di Jawa Barat pun tidak tumbuh serempak, melainkan berangsur-angsur.
Telah dikemukakan bahwa keturunan Manarah yang laki-laki terputus sehingga pada tahun 852 Tahta Galuh jatuh kepada keturunan Banga, yaitu Rakeyan Wuwus yang beristrikan puteri keturunan Galuh. Sebaliknya adik perempuan Rakeyan Wuwus menikah dengan putera Galuh yang kemudian menggantikan kedudukan iparnya sebagai Raja Sunda IX dengan gelar PRABU DARMARAKSA BUANA. Kehadiran orang Galuh sebagai Raja Sunda di Pakuan waktu itu belum dapat diterima secara umum, sama halnya dengan kehadiran Sanjaya dan Tamperan sebagai orang Sunda di Galuh. Prabu Darmaraksa (891 – 895) dibunuh oleh seorang menteri Sunda yang fanatik.
Karena peristiwa itu, tiap Raja Sunda yang baru selalu memperhitungkan tempat kedudukan yang akan dipilihnya menjadi pusat pemerintahan. Dengan demikian, pusat pemerintahan itu berpindah-pindah dari barat ke timur dan sebaliknya. Antara tahun 895 sampai tahun 1311 kawasan Jawa Barat diramaikan sewaktu-waktu oleh iring-iringan rombongan raja baru yang pindah tempat.
Ayah Sri Jayabupati berkedudukan di Galuh, Sri Jayabupati di Pakuan, tetapi puteranya berkedudukan di Galuh lagi. Dua raja berikutnya (Raja Sunda ke-22 dan ke-23) memerintah di Pakuan. Raja ke-24 memerintah di Galuh dan raja ke-25, yaitu PRABU GURU DARMASIKSA mula-mula berkedudukan di Saunggalah, kemudian pindah ke Pakuan. Puteranya (PRABU RAGASUCI) berkedudukan di Saunggalah dan dipusarakan di Taman, Ciamis.
Proses kepindahan seperti ini memang merepotkan (menurut pandangan kita), namun pengaruh positifnya jelas sekali dalam hal pemantapan etnik di Jawa Barat. Antara Galuh dengan Sunda memang terdapat kelainan dalam hal tradisi. Anwas Adiwijaya (1975) mengungkapkan bahwa orang Galuh itu “orang air”, sedang orang Sunda “Orang Gunung”. Yang satu memiliki “mitos buaya”, yang lain “mitos harimau”.
Di daerah Ciamis dan Tasikmalaya masih ada beberapa tempat yang bernama PANEREBAN. Tempat yang bernama demikian pada masa silam merupakan tempat melabuhkan (nerebkeun) mayat karena menurut tradisi Galuh, mayat harus “dilarung” (dihanyutkan) di sungai. Sebaliknya orang KANEKES yang masih menyimpan banyak sekali “sisa-sisa” tradisi Sunda, mengubur mayat dalam tanah. Tradisi “nerebkeun” di sebelah timur dan tradisi “ngurebkeun” di sebelah barat (membekas dalam istilah PANEREBAN dan PASAREAN).
Peristiwa sejarah telah meleburkan kedua kelompok sub-etnik ini menjadi satu “Orang Air” dengan “Orang Gunung” itu menjadi akrab dan berbaur seperti dilambangkan oleh dongen “SAKADANG KUYA jeung SAKADANG MONYET” (kura-kura dan monyet). Dongeng yang khas Sunda ini sangat mendalam dan meluas dalam segala lapisan msyarakat, padahal mereka tahu, bahwa dalam kenyataan sehari-hari Monyet dan Kuya (kura-kura) itu bertemu saja mugkin tidak pernah (di Kebun Binatang pun tidak pernah diperkenalkan).
Dalam abad ke-14 sebutan SUNDA itu sudah meliputi seluruh Jawa Barat, baik dalam pengertian WILAYAH maupun dalam pengertian ETNIK. Menurut PUSTAKA PARATWAN i BHUMI JAWADWIPA, parwa I sarga 1, nama Sunda mulai digunakan oleh Purnawarman untuk Ibukota Tarumanagara yang baru didirikannya (SUNDAPURA). Idealisme kenegaraan memang terpaut di dalamnya karena SUNDAPURA mengandung arti KOTA SUCI atau KOTA MURNI, sedangkan GALUH berarti PERMATA atau BATU MULIA (secar kiasan berarti GADIS).

(Sumber: wikipedia, website Pemda dan Pemkot di Jawa Barat, dan beberapa website lain (cuma copas )
[ad#ads1]

SEJARAH TATAR SUNDA II

Oktober 14, 2010

[ad#ads1]

Dalam abad ke-14 di timur muncul kota baru yang makin mendesak kedudukan Galuh dan Saunggalah, yaitu KAWALI (arti Kuali atau Belanga). Lokasinya strategis karena berada di tengah segitiga Galunggung, Saunggalah dan Galuh. Sejak abad XIV ini Galuh selalu disangkutpautkan dengan Kawali. Dua orang Raja Sunda dipusarakan di WINDURAJA (sekarang bertetangga desa dengan Kawali).
Sebenarnya gejala pemerintahan yang condong ke timur sudah mulai nampak sejak masa pemerintahan PRABU RAGASUCI (1297 – 1303). Ketika naik tahta menggantikan ayahnya (PRABU DARMASIKSA), ia tetap memilih SAUNGGALAH sebagai pusat pemerintahan karena ia sendiri sebelumnya telah lama berkedudukan sebagai raja di timur. Tetapi pada masa pemerintahan puteranya PRABU CITRAGANDA, sekali lagi Pakuan menjadi pusat pemerintahan.
RAGASUCI sebenarnya bukan putera mahkota karena kedudukanya itu dijabat kakaknya RAKEYAN JAYADARMA. Menurut PUSTAKA RAJYARAJYA i BHUMI NUSANTARA parwa II sarga 3, JAYADARMA adalah menantu MAHISA CAMPAKA di Jawa Timur karena ia berjodoh dengan DYAH SINGAMURTI alias DYAH LEMBU TAL. Mereka berputera SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA atau lebih dikenal dengan nama RADEN WIJAYA (lahir di PAKUAN). Karena Jayadarma wafat dalam usia muda, Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan. Akhirnya Wijaya dan ibunya diantarkan ke Jawa Timur. Dalam BABAD TANAH JAWI, Wijaya disebut pula JAKA SUSURUH dari PAJAJARAN yang kemudian menjadi Raja MAJAPAHIT yang pertama. Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota karena Wijaya berada di Jawa Timur.
Prabu Darmasiksa kemudian menunjuk putera Prabu Ragasuci sebagai calon ahli warisnya yang bernama CITRAGANDA. Permaisuri Ragasuci adalah DARA PUSPA (Puteri Kerajaan Melayu) adik DARA KENCANA isteri KERTANEGARA. Citraganda tinggal di Pakuan bersama kakeknya. Ketika Prabu Darmasiksa wafat, untuk sementara ia menjadi raja daerah selama 6 tahun di Pakuan (ketika itu Raja Sunda dijabat ayahnya di Saunggalah). Dari 1303 sampai 1311, Citraganda menjadi Raja Sunda di Pakuan dan ketika wafat ia dipusarakan di Tanjung.
PRABU LINGGA DEWATA (putera Citraganda) mungkin berkedudukan di Kawali. Yang pasti, menantunya PRABU AJIGUNA WISESA (1333 – 1340) sudah berkedudukan di Kawali dan sampai tahun 1482 pusat pemerintahan tetap berada di sana. Bisa disebut bahwa tahun 1333 – 1482 adalah JAMAN KAWALI dalam sejarah pemerintahan di Jawa Barat dan mengenal 5 orang raja.
Lain dengan Galuh, nama Kawali terabadikan dalam dua buah prasasti batu peninggalan PRABU RAJA WASTU yang tersimpan di “ASTANA GEDE” Kawali. Dalam prasasti itu ditegaskan “mangadeg di kuta Kawali” (bertahta di kota Kawali) dan keratonnya disebut SURAWISESA yang dijelaskan sebagai “Dalem sipawindu hurip” (keraton yang memberikan ketenangan hidup).
Prabu Raja Wastu atau NISKALA WASTU KANCANA adalah putera PRABU MAHARAJA LINGGA BUANA yang gugur di medan BUBAT dalam tahun 1357. Ketika terjadi PASUNDAN BUBAT usia Wastu Kancana baru 9 tahun dan ia adalah satu-satunya ahli waris kerajaan yang hidup karena ketiga kakaknya meninggal. Pemerintahan kemudian diwakili oleh pamannya MANGKUBUMI SURADIPATI atau PRABU BUNISORA (ada juga yang menyebut PRABU KUDA LALEAN, dalam BABAD PANJALU disebut PRABU BOROSNGORA. Selain itu ia pun dijuluki BATARA GURU di Jampang karena ia menjadi pertapa dan resi yang ulung). Mangkubumi Suradipati dimakamkan di Geger Omas.
Setelah pemerintahan di jalankan pamannya yang sekaligus juga mertuanya, Wastu Kancana dinobatkan menjadi raja pada tahun 1371 pada usia 23 tahun. Permaisurinya yang pertama adalah LARA SARKATI puteri Lampung. Dari perkawinan ini lahir SANG HALIWUNGAN (setelah dinobatkan menjadi Raja Sunda bergelar PRABU SUSUKTUNGGAL). Permaisuri yang kedua adalah MAYANGSARI puteri sulung Bunisora atau Mangkubumi Suradipati. Dari perkawinan ini lahir NINGRAT KANCANA (setelah menjadi penguasa Galuh bergelar PRABU DEWA NISKALA).
Setelah Wastu Kancana wafat tahun 1475, kerajaan dipecah dua diantara Susuktunggal dan Dewa Niskala dalam kedudukan sederajat. Politik kesatuan wilayah telah membuat jalinan perkawinan antar cucu Wastu Kencana. JAYADEWATA, putera Dewa Niskala, mula-mula memperistri AMBETKASIH (puteri KI GEDENG SINDANGKASIH), kemudian memperistri SUBANGLARANG (puteri KI GEDENG TAPA yang menjadi Raja Singapura). Subanglarang ini keluaran pesantren Pondok QURO di PURA, Karawang. Ia seorang wanita muslim murid SYEKH HASANUDIN yang menganut MAHZAB HANAFI. Pesantren Qura di Karawang didirikan tahun 1416 dalam masa pemerintahan Wastu Kancana. Subanglarang belajar di situ selama 2 tahun. Ia adalah nenek SYARIF HIDAYATULLAH. Kemudian Jayadewata mempersitri KENTRING MANIK MAYANG SUNDA puteri Prabu Susuktunggal. Jadilah antara Raja Sunda dan Raja Raja Galuh yang seayah ini menjadi besan.

Sumber: enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=17

[ad#ads1]

Pay Per Lead – Daftar Email Dapat 1$

Oktober 6, 2010

Mayoritas pengguna email menggunakan fasilitas email gratis yang diberikan oleh perusahaan besar internet seperti yahoomail, googlemail hingga hotmail.
Nah sekarang ini ada web yang menyediakan fasilitas email gratis sekaligus memberi peluang kepada penggunanya untuk mendapatkan dollar dari internet yaitu IPAL.com. Cara mendapatkan dollarnya adalah dengan mendaftar dulu. Dapat $1 setelah selesai mendaftar, kemudian dengan mengajak teman untuk bergabung & membuat email di IPAL.com kita mendapat $0.5
Dollar yang kita kumpulkan di hitung berdasarkan pendapatan POINT:

– Saat selesai mendaftar, kita dapat : 100 POINT ($1)

– Saat kita merekrut orang, kita dapat : 50 POINT ($0.5)

– Saat teman yang kita rekrut merekrut orang lain, kita dapat : 25 POINT ($0.25)

– Saat kita mengirim email dan mendapatkan balasan, kita dapat: 5 POINT ($0.05) per alamat email

– POINT dihitung setelah 48 jam teman yang kita rekrut mendaftar
Nah jelas kan saat mendaftar saja kita sudah dapet : $1 dan tiap mengajak 2 orang kita juga mendapat $1 . Pembayaran dilakukan ke account PAYPAL anda tiap bulan setelah terkumpul minimal $25
Ragu??? Takut SCAM???

Lihat payment proof dari seorang rekan netter di bawah ini


Gimana menarik kan???

silahkan sobat bergabung di IPAL.com
Berikut ini adalah cara pendaftaran ke layanan email IPAL.com yang membayar kita:
1. Pertama-tama kunjungi webnya dengan klik banner di bawah ini:

ipal.com
2. Kemudian klik Join For FREE NOW di tengah agak kiri atas.


3. Kemudian isi data-data yang diperlukan mulai dari nama, user name, password, dan yang paling penting adalah recovery email (email lama Anda), karena nanti nya email konfirmasi akan di kirim ke Inbox email lama anda.
4. Setelah semua di isi lengkap, kemudian klik “create my account”.


5. Kemudian ada pilihan untuk import Contacs email dari email lama anda ( saya sih tidak, karena takut keamanannya, jadi lewati aja dengan klik “No Thanks, maybe later” pojok kanan bawah.)


6. Kemudian ada pilihan untuk mengisi Profile informatin, kalau sempat silahkan pilih atau kalau tidak “skip” aja dulu, bisa di isi belakangan nantinya.
7. Kemudian ada pilihan untuk mengisi Profile picture, silahkan upload foto Anda, dan kemudian klik “Save & continue”.
8. Pendaftaran selesai.


9. Setelah itu loginlah ke email lama anda, email konfirmasi telah di kirim ke Inbox email lama anda, kalau di inbox tidak ada coba cari di kotak spam. klik link verifikasi.


10. Setelah itu loginlah ke email baru anda, kemudian masukkan email paypal anda dengan klik “update paypal info” pojok kiri atas kemudian klik “to receive payment”. kemudian save. Setelah itu baru sekarang anda menuju Link promosi Anda.


11. Terakir, ambil link & banner anda untuk promosi mencari teman agar dollar mengalir ke reking paypal anda.


Selamat berpromosi dan have a nice dollar.
Cari referral sebanyak- banyaknya, sebarkan link referral anda ke teman-teman di facebook, twitter, blog dan lainnya.
Semakin cepat anda bergabung dan bertindak semakin cepat pula dollar mengalir ke Paypal anda.

Sumber internetsalary.co.cc

Karang Nini

Oktober 1, 2010

ImageWana wisata ini terletak pada ketinggian antara 0 – 25 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 3.585 mm/tahun dengan suhu udara 22 – 35 0  C.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, panorama laut lepas dan pulau Nusa Kambangan, lintas alam dan memancing.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, panorama laut lepas dan pulau Nusa Kambangan, lintas alam dan memancing.

[ad#ads1]

ImageImage

ImageImage

Sejarah Kawasan
Konon pada zaman dahulu kala di sebuah kampung sekarang bernama Emplak tinggalah sepasang kakek nenek (aki dan nini) sakti yang bernama Ambu Kolot dan Arga Piara.

Kegemaran si Aki adalah memancing ikan laut seperti biasanya pada suatu hari si Aki pergi memancing cementara si Nini menunggu di rumah. Hari sudah merembang petang si Aki belum juga pulang. Hal itu membuat si Nenek m,enjadi gusar (gelisah) khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa diri si Aki. Ditelusurinya sepanjang pantai serta memanggil-manggil diantara suara deburan ombak. Namun malang sampai hari berganti malam si Aki tetap tidak berhasil dijumpai. Para penduduk yang membantu mencari sudah putus asa dan pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggalah si Nini sendiri di tepi pantai.

Dengan kesaktian yang dimiliki, si Nini memohon kepada Sang Ratu Laut Kidul agar bisa dipertemukan dengan si Aki bagaimana keadaanya. Tidak berupa lama kemudian menjelmalah di hadapan si Nini sebuah batu karang dalam keadaan mengmbang, sebagai perwujudan dari jasad si Aki. Saat ini batu karang tersebut dinamakan Baleambang. Konon kabarnya kalau kita berdiri diatas batu karang tersebut terasa seolah-olah bergoyang.

Didorong oleh keinginan untuk membuktikan cinta kasih dan kesetiaannya kemudian si Nini bersemedi kembali memohopn kepada Nyi Loro Kidul agar dirinya dijelmakan seperti si Aki. Si Nini pun akhirnya menjelma menjadi batu karang menghadap laut kearah Balekambang.

Kisah kkedua insan itu samapi kini masih kokoh terabadikan melalui dua batu karang yaitu Karangnini dan Balekambang.

Fasilitas
Fasilitas yang tersedia di lokasi wana wisata ini adalah papan petunjuk, pos jaga, pondok kerja, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak, instalasi air, tempat sampah, shelter, pagar pengaman, MCK, bangku, mushola, menara pengintai, pesanggrahan, pusat informasi dan beberapa warung/kantin.

Aksebilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari kecamatan Kalipucang (14 km), dan dari Kabupaten Ciamis (114 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik sehingga dapat dilalui baik kendaraanroda dua maupun empat. Sarana transportasi umum yang ada motor ojek, colt dan kendaraan carteran.

[ad#ads1]

Pantai Pangandaran

Oktober 1, 2010

ImageKawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 50 – 60 tahun mendominasi kawasan TWA Pangandaran. Selebihnya adalah sisa-sisa hutan primer yang tidak luas dan terpencar letaknya, serta sedikit hutan pantai.
Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan TWA Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m, dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum), juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens), Kondang (Ficus variegata), dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit.

[ad#ads1]

Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti Butun (Barringtonia aseatica), Ketapang (Terminalia catappa), Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).

ImageImageImage

Dengan berbagai ragam floranya, kawasan  taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Tando ( Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung
(Presbytis cristata), kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), dan landak (Hystrix javanica).

Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan jogjog (Pycnonotus plumosus).

Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).

Potensi Wisata

Selain obyek wisata berupa hutan alam maupun tanaman, daya tarik yang lain adalah pantai pasir putih, goa alam dan peninggalan sejarah serta Batu Kalde. Berikut uraian dari masing-masing obyek wisata alam tersebut.

a.   GUA KERAMAT ATAU GUA PARAT
Menurut cerita gua ini dahulunya merupakan untuk bertapa dan bersemedi oleh beberapa Pangeran dari Mesir yaitu Pengeran Kesepuluh (Syech Ahmad), Pangeran Kanoman (Syech Muhammad), Pangeran Maja Agung dan Pangeran Raja Sumenda
Pangeran Maja Agung mempunyai istri empat yang salah satu istrinya bernama Dewi Cimilar Putri Jin, mempunyai seorang Putri bernama Dewi Ranggasmara.

Pangeran Pangeran Batara Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Pada suatu hari Pangeran Maja Agung memanggil kedua putranya Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad untuk memberikan tugas untuk mengislamkan daerah Ciamis Selatan.

Pangeran Maja Agung percaya bahwa kedua anaknya dapat menjalankan tugasnya karena mereka mempunyai kesaktian dari sepuluh jimat yang disebut Konco Kaliman.
Adik tirinya yang bernama Dewi Ranggasmara pernah meracuni kedua kakaknya karena menginginkan jimat, akan tetapi perbuatannya segera diketahui. Sebagai pembalasannya kakaknya hendak memperkosa adiknya tetapi hal itu tidak sempat dilakukan karena sempat diketahui oleh penakawannya.
Pada hari yang telah ditentukan Pangeran Ahmad dan Muhammad pergi untuk menjalankan tugasnya akan tetapi Pangeran Maja Agung tidak mendapat berita tentang putranya. Kemudian mengutus kakaknya Pangeran Raja Sumenda untuk mencarinya.
Pangeran Raja Sumenda pergi sendirian dari Mesir, beliau mendengar suara yang memberitahukan bahwa kedua keponakannya ada dalam sebuah gua.
Setelah ketemu kemudian melapor kepada Raja Maja Agung, tidak lama kemudian beliau menyusul dan bersama-sama bersemedi di gua ini yang sekarang diberi nama Gua Keramat.
Didalam gua ini terdapat dua kuburan yang bukan sebenarnya, hanya sebagai tanda saja bahwa ditempat inilah syech Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).

[ad#ads1]

b.       GUA PANGGUNG

Menurut cerita yang berdiam di gua ini adalah Embah Jaga Lautan atau dibesutpula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan

Sebenarnya Embah Jaga Lautan ini berasal dari Mesir yang ditugaskan untuk menyiarkan agama Islam. Beliau mempunyai isteri 7 orang yang setiap malam beliau bergiliran menengok salah satu ketujuh isterinya. Ketujuh isterinya itu selalu bertengkar satu sama lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing. Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar  akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Topel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar dan sampai sekarang masih banyak orang yang menangkap ikan tersebut karena masih percaya akan khasiatnya.
Disebut Panggung karena didalam gua ini terdapat tempat seperti panggung yang dipakai untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang akan naik haji ke Mekkah.

c. GUA LANANG

Menurut cerita gua ini dulunya merupakan Keraton yang pertama Kerajaan Galuh, sedangkan Keraton yang kedua terdapat di Karang Kamuyaan Ciamis. Raja Galuh ini laki-laki (Lanang)  yang sedang berkelana.

d. BATU KALDE ATAU SAPI GUMARANG
Ditempat ini menurut cerita tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti.
Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal, pada suatu hari Sapi Gumarang ini diutus untuk membeli padi kedaerah Galuh, akan tetapi tidak berhasil sebab Raja Galuh tidak mengijinkan berhubungan persediaan padi untuk daerah itu sendiri belum mencukupi.

Nakhoda kapal sangat marah mendengar hal itu kemudian dia mengutus  Sapi Gumarang untuk merusak seluruh Galuh dan sekitarnya. Sapi Gumarang dapat menjalankan tugasnya dengan baik terbukti seluruh padi baik yang berada di lumbung dan disawah terkena hama. Raja Galuh sangat terkejut dengan keadaan ini dan beliau yakinhal ini pasti dilakukan oleh utusan Nakhoda, kemudian beliau menyusun putra angkatnya Sulanjana untuk mencari Sapi Gumarang dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan membantu Kerajaan Galuh apabila terserang hama.

e. RENGGANIS
Cerita ini berawal dengan adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang Raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari Raja Mantri pergi melihat-lihat pemandiannya, kebetulan waktu itu Dewi Rengganis dan para Inangnya sedang mandi.

Dewi Rengganis adalah putri dari kayangan, karena terdorong oleh perasaan hatinya kemudian Raja Matri mengambil pakaian Dewi Rengganis. Alangkah terkejutnya sang Dewi karena pakaiannya sudah tidak ada pada tempatnya, Inangnya disuruh untuk mencarinya akan tetapi tidak berhasil. Karena kesalnya Dewi Rengganis kemudian berkata barang siapa menemukan bajunya maka akan dijadikan saudara bila perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.

Semua perkataan Dewi terdengan oleh Raden Mantri kemudian dia keluar dari persembunyiannya. Untuk menepati janji, Dewi Rengganis bersedia menjadi istri Raden Raja Mantri.

Setelah menikah kemudian pemandian ini diserahkan kepada Dewi Rengganis. Sejak itu pemandian itu dinamakan Cirengganis dan sampai sekarang banyak orang yang masih percaya akan khasiat apabila mandi disana.

Fasilitas

Sarana dan prasarana yang telah tersedia di TWA Pangandaran antara lain berupa pintu gerbang, loket karcis, ruang informasi, shelter, jalan setapak, tempat parkir dan pos jaga.

Sumber tourismwestjava.com

Objek Wisata & Tempat Tempat menarik Di Kota Tasikmalaya.

Oktober 1, 2010

Sebagian besar wilayah Tasikmalaya merupakan daerah pegunungan, dengan puncaknya Gunung Galunggung dan Gunung Telagabodas. Tasikmalaya memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata di dataran rendah 20°-34° C dan di dataran tinggi 18°-22° C.

Masyarakat Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan. Industri pariwisata di sini berkembang pesat ke arah kerajinan tangan.

Tasikmalaya, dikenal sebagai basis perekonomian rakyat dan usaha kecil menengah seperti kerajinan dari bambu, batik, dan payung kertas. Namun, sangat disayangkan, seiring dengan kebijakan investasi besar-besaran di era 1990-an, potensi ekonomi rakyat di daerah ini cenderung terpinggirkan, bahkan tidak diperhatikan.

Potensi yang belum dikembangkan secara maksimal di Tasik ialah industri bordir yang sudah mendunia, tetapi sekarang pemerintah kota tasikmalaya mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin Tasik, yang berlokasi di Kawalu.

Pemandian Air Panas Ciawi.
Apabila anda menuju Tasik dari kota Bandung, di pertigaan Nagreg anda bisa mengambil rute melewati Ciawi (lihat petunjuk jalan yang ada), setengah perjalanan anda akan melewati pemandian air panas Ciawi.

Kolam air panas Ciawi tidaklah sebaik kolam Cimanggu atau Ciater di Bandung, tetapi tempat ini cocok untuk tempat persinggahan dalam perjalanan anda ke Tasik atau ke Ciamis & Pangandaran. Terdapat dua kolam, tetapi airnya dingin, air panas dapat anda jumpai hanya pada kamar-kamar mandi kecil yang dapat anda sewa. Di sepanjang jalan terdapat rumah-rumah makan yang baik.

Pusat Kerajinan Tangan Rajapolah.

Desa Rajapolah berjarak sekitar 12 Km sebeleh utara Tasikmalaya, atau sekitar 75 Km dari pintu TOL Cileunyi Bandung. Rajapolah terkenal sebagai pusat kerajinan tangan di Tasikmalaya.

Di kiri-kanan sepanjang jalan Rajapolah banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya, seperti kerajinan Bordir, Payung Tasik yang terbuat dari kertas, Kelom Geulis dan Batik Tulis, juga kerajinan dari anyaman bambu dan rotan.

Kampung Naga.

Kampung Naga

Kampung Naga
Kampung Naga

Salah satu objek wisata paling menarik yang tak bisa anda lewatkan di Jawa Barat ialah Kampung Naga yang terletak di Tasikmalaya. Kampung Naga merupakan sebuah desa tradisional yang masih memegang teguh adat istiadat dan mempertahankan kebudayaan yang berasal dari leluhurnya, baik bentuk bangunan, gaya hidup dan lain sebagainya. Kampung Naga terletak dekat dari jalan utama yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya, dari jalan raya tersebut ke lokasi bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan, sudah termasuk jalan kaki memasuki kampung.

[ad#ads1]

Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok / sengked sampai ketepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melaluai jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

Permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Di tengah desa, tepat di samping bangunan untuk pertemuan masyarakat desa, terdapat toko sufenir khas kampung naga. Mungkin anda bisa membeli beberapa barang kerajinan dengan harga yang relatif terjangkau.

Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung

Galunggung merupakan salah satu gunung api ter aktif yang ada di dataran sunda. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1994, sedangkan letusan dasyat terakhir terjadi pada tahun 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Letusan gunung api dasyat yang sampai menimbulkan halilintar ini menampilkan pemandangan spektakuler yang didokumentasikan oleh dinas geologi amerika serikat.

G. Papandayan

Letusan tahun 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar

(sumber USGS)

Sebagai objek wisata, kebanyakan pengunjung Galunggung adalah wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara masih di bawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun.

Melihat potensi daya tarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup strategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya obyek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yang profesional.

Mendaki Gunung Galunggung.
Untuk anda yang tertarik untuk melakukan pendakian ke puncak / kawah gunung Galunggung, anda bisa memulainya dari desa Singaparna (berjarak sekitar 6 Km dari kota Tasikmalaya, 60 Km dari kota Garut). Dari singaparna anda menuju ke Talagabodas, Anda bisa memulai pendakian dari sini setelah mendaftar ke pos pendakian.

Mesjid Agung Manonjaya

Berlokasi di Desa Manonjaya sekitar 12 km dari pusat kota Tasikmalaya. Mesjid Agung Manonjaya dibangun sekitar tahun 1832 pada masa kerajaan Sukapura Kerajaan Sukapura yang meupakan cikal bakal berdirinya Tasikmalaya, yaitu oleh Raden Tumenggung Danuningrat.

Pantai Cipatujah
Sebuah pantai indah dengan hamparan pasir putih yang terletak di laut selatan Tasikmalaya. Pemandangan pantai yang indah & pasir putih yang menghampar luas cocok untuk anda yang senang bermain di pinggir pantai, juga terdapat muara sungai Cipatujah yang sangat cocok untuk wisata memancing.

Pantai Sindangkerta
Salah satu pantai di selatan Tasikmalaya, berjarak hanya sekitar 4 Km dari pantai Cipatujah. Pantai ini sebenarnya merupakan taman laut yang indah & luas, bawalah perlengkapan snorkeling supaya anda bisa menikmatinya. Di bulan-bulan tertentu pantau ini juga disinggahi oleh penyu-penyu hijau raksasa yang akan bertelur di tempat di mana mereka dilahirkan dahulu.

Pantai Pamayangsari

G. Papandayan
Pantai ini merupakan pelabuhan nelayan Tasikmalaya. Atraksi menarik di pantai ini terjadi pada waktu diadakan pesta laut oleh nelayan-nelayan setempat. Karena letaknya berdekatan dengan pantai Sindangkerta, tempat ini juga digunakan sebagai penangkaran penyu hijau.

Pantai Karangtawulan
Merupakan salah satu pantai berkarang yang curam. Sekitar 300 m dari bibir pantai terdapat beberapa atol atau pulau karang yang pada musim tertentu dihuni oleh berbagai jenis burung. Berlokasi di desa Cimanuk kecamatan Cikalong, sekitar 97 Km dari pusat kota Tasikmalaya atau sekitar 40 Km dari pantai Pangandaran. Sekitar 100 meter ke arah timur pantai Karangtawulan terdapat makam keramat  Syech Abdul Rohman dan makam Eyang Garuda Ngupuk. Di sebelahnya terdapat Goa Parat dan Goa Lalay.

Lokasi Ziarah Pamijahan
Lokasi khas ziarah Pamijahan memiliki luas sekitar 25 Hektar, terletak di desa Pamijahan kecamatan Bantarkalong, berjarak sekitar 65 Km dari pusat kota Tasikmalaya ke arah Selatan. Di lokasi ziarah ini terdapat makam Waliyulloh Syekh Abdul Muchyi, yakni salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa Barat.  Disamping itu juga masih terdapat makam-makam lainnya.

Perkebunan Teh Taraju
Perkebunan teh dengan luas 8.027 Hektar merupakan objek wisata pegunungan yang mencakup 5 kecamatan yakni Taraju, Bojonggambir, Culamega, Salawu dan Sodonghilir. Berjarak sekitar 45 Km dari pusat kota Tasikmalaya. Panorama alam yang indah dan udara yang sejuk merupakan ciri khas perkebunan teh Taraju.

Sungai Cilangla dan Curug Dengdeng.
Curug atau air terjun Dengdeng di sungai Cilangka merupakan salah satu objek wisata air yang alamiah dan sangat mempesona di Tasikmalaya. Di sini anda dapat meikmati indahnya air terjun berundak dan keindahan alam yang masih perawan. Berlokasi di desa Cikawunggading kecamatan Cipatujah, berjarak sekitar 85 Km dari pusat kota Tasikmalaya.

Sumber indotravelers.com

Kota Tasikmalaya Miliki Wisata Air

Oktober 1, 2010

Ilustrasi — istimewa

Tasikmalaya, Kamis

Kota Tasikmalaya memiliki wisata air Water Flash di kawasan Kecamatan Indihiang, yang diresmikan, oleh Wali Kota Tasikmalaya, Syarif Hidayat, Kamis (13/8).

Dikatakan, Keberadaan wisata air sebagai jawaban atas idaman masyarakat yang menginginkan taman rekreasi kolam renang modern dan mudah-mudahan masyarakat Kota Tasik senang dengan didirikannya taman rekreasi wisata air ini.

Wisata air di lokasi Jalan Brigjen Wasita itu relatif mudah diakses karena dekat dengan terminal bus besar. Wisata air busa itu menjadi pelengkap objek wisata di Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya masyarakat kota Tasikmalaya, yang ingin berrekreasi ke wisata air, harus pergi ke kota lain di wilayah Garut dengan jarak tempuh relatif jauh. Dengan adanya tempat wisata itu, maka kini wisatawan tidak lagi perlu pergi jauh-jauh.

Namun, kata Syarif, wisata air tersebut diharapkan pengelolaannya profesional dengan terus meningkatkan fasilitas keamanan dan kenyamanan agar terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti terjadinya kecelakaan saat bermain karena ketidakwaspadaan pihak keamanan.

“Jangan menjadi malapetaka, soal keamanan ketertiban harus disiagakan selalu,” katanya.

Selain itu, kata Syarif, fasilitas tempat ibadah harus diprioritaskan agar pengunjung tidak meninggalkan kewajiban sebagai umat muslim.

“Jadi, ketika waktunya shalat, pengunjung bisa langsung menunaikannya, maka pembangunan mushola harus diprioritaskan,” kata Syarif.

Direktur Water Flash John Santoso, mengatakan, pengunjung yang ingin berekereasi ke wisata air cukup membayar tiket Rp 20.000.

“Water Flash memiliki fasilitas MCK, ruang ganti dan penyimpanan pakaian, yang aman dan nyaman. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas taman, serta kantin yang didesain dekat dengan kolam,” kata John.

Kolam renang terdiri dari dua, untuk dewasa dan anak-anak serta selancar sepanjang 437 meter dan penampungan air yang setiap beberapa menit sekali ditumpahkan ke kolam.

Para pengunjung sudah termasuk asuransi serta pelayanan kesehatan dan perawatan dengan disediakan ruang kesehatan apabila pengunjung mengalami kecelakaan di lokasi wisata air.

“Kami berikan yang terbaik, karena wisata air ini yang pertama di kota Tasik, semoga masyarakat senang,” kata John Santoso. Sumber wartakota.co.id

Cara menampilkan icon pada setiap halaman website anda

September 28, 2010

Mungkin anda heran bagaimana saya bisa membuat logo khusus untuk website saya. Pada dasarnya sangat mudah, anda hanya perlu membuat file icon khusus yaitu favicon untuk website anda. Saya akan jelaskan secara perlahan. File favicon harus anda buat dengan ketentuan khusus agar dapat tampil di website anda, berikut ketentuannya:
1. Format yang dipakai harus .ico
2. Ukurannya harus 16 x 16 pixel

Langkah-langkah yang harus anda lakukan
1. Buatlah sebuah logo dengan program grafis yang anda pilih sendiri, anda bisa memakai photoshop atau coreldraw atau program lain terserah anda. Karena ukurannya yang sangat kecil buat saja dengan ukuran yang agak besar (128×128)
2. Setelah selesai mendesain logonya sekarang perkecil ukuran pixelnya dengan menggunakan fasilitas yang ada pada photoshop menjadi 16×16.
3. Simpan dengan format BMP atau JPG dengan nama favicon
4. Download dahulu program ini untuk mengubah logo yang telah anda buat menjadi icon
5. Buka program yang telah anda download, kemudian carilah logo yang telah anda buat dengan ‘open image’
6. Pilih ukuran filenya 16×16 dengan color depth 24bit
7. Kemudian klik save icon, beri nama favicon (harus)
8. Uploadlah file yang telah anda buat pada folder yang sama dengan index.html (dengan demikian icon anda akan ditampilkan di seluruh halaman website anda
9. Hal terakhir yang perlu anda lakukan adalah menambahkan tag <link rel=”shortcut icon” href=”favicon.ico”> pada kode html website anda (index.html), tepat diantara <head> dan </head>
10. Upload file index.html yang telah anda edit.
11. Silahkan periksa kembali dengan browser anda seharusnya icon yang anda buat sudah muncul dalam setiap halaman website anda.

Sumber belajarsendiri.com

Green Canyon alias Cukang Taneuh, Ciamis

September 28, 2010

Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada thn 1993. Nama aslinya Cukang Taneuh. Green Canyon memiliki keunikan tersendiri. Dari perjalanannya sendiri dgn ketinting dari dermaga selama 30 menit kita akan senang melewati sungai dgn air berwarna hijau tosca (kalau lagi nggak hujan). Dalam perjalanan kita melihat kehidupan di bantaran sungai. Sesekali terlihat biawak, ular (jangan kawatir hanya ular kadut) dan penduduk yg sedang mancing atau menjala ikan.

Mendekati Cukang Taneuh, kita disuguhi pemandangan sungai dgn sedikit jeram dgn alur sempit dimana perahu sudah tidak bisa meneruskan perjalanan krn cadiknya yg lebar. Kapasitas parkirnya juga terbatas. Jadi kita ditunggu dlm waktu yg tidak terlalu lama, atau perahu keluar dan kembali lagi dlm waktu yg kita tentukan.

Disini air sangat jernih kebirua-biruan. Utk melihat keunikan yg sesungguhnya; kita disarankan utk terus keatas dgn berenang (ada tersedia penyewaaan ban) atau merayap di tepi batu. Perjalanan ini sepenuhnya aman. Anak-anak 6 thn keatas; dpt ikut menggunakan ban dan panduan – life guard pemilik perahu yg kita sewa. Sepanjang perjalanan,kita akan terus berada di cekungan dgn dinding terjal di kanan kiri; sebgn dinding menyerupai gua dgn atap yg sudah runtuh.

Di bagian tertentu masih tersisa stalaktit2 dimana air tanah menetes. Setelah beberapa ratus meter berenang; kita akan melihat bbrp air Terjun kecil dikiri kanan yg sangat menawan. Jika anda terus penasaran dgn ujung jalan, anda akan sampai di sebuah tempat dgn gua yg dihuni oleh kalelawar. Disepanjang alur ini, anda dpt berenang sepuas-puasnya. Ya, berenang bersama ikan di air yang jernih dan dingin.

Foto2 dibawah ini adalah bagian dari Cukang Taneuh yg masih terjangkau oleh kamera dgn mengambil posisi diatas batu di depan pintu masuk. Utk menjangkau bagian hulu, kamera perlu dibawa dengan berenang. Padahal ini bagian yg paling cantik, tetapi sayang kameranya bukan waterproof.

Anak2 begitu suka perjalanan ini. Buat mereka ini pertama kalinya adventurer di air. Di lain waktu, mungkin kami akan bawa mereka terus ke ujung cukang taneuh memasuki gua. Yang tentu perlu persiapan yg lebih baik.

Cukang Taneuh cocok utk adventure bersama keluarga. Anak2 selalu menanyakan kapan kembali lagi kesana

Sumber pbase.com

t6%2f76%2f410576%2f4%2f78662368.DtXh1ze1.jpg t6%2f76%2f410576%2f4%2f78662372.4ZYnQQtX.jpg perahu2 hilir mudik saat liburan

ketinting malaju menuju Cukang Taneuh pulang basah2 nggak bawa baju ganti perahu lain dgn arah yg sama

berenang di Cukang Taneuh berdiri di ujung lorong lorong masuk Cukang Taneuh

Cukang Taneuh nggak jauh dr Pangandaran Pangandaran nikmatnya berenang di sungai alam